
"Dikejar begal pake motor kak, 2 orang mau ngambil uang aku tapi masih untung ada mobil yang bantu waktu itu. Mereka bawa kayu panjang" Cerita Dek Darma saat jualan di malam hari.

Sejak duduk di bangku kelas 1 SD, Darma telah memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga. Setiap hari Darma mengayuh sepeda tuanya sambil berjualan untuk bisa membantu orang tuanya.
Kemiskinan yang mencekik membuat keluarga Darma harus bertahan hidup. Mereka sering kali harus berbagi setengah kilogram beras untuk tujuh orang. Bahkan, di titik paling rendah, mereka pernah terpaksa mencuci kembali nasi sisa yang sudah dibuang untuk dimasak lagi karena tidak mampu membeli beras baru.

Beban Darma kian berat melihat kondisi kesehatan kedua orang tuanya. Sang ayah telah menderita wasir selama 20 tahun, namun karena tiadanya biaya operasi, ia terpaksa mengganjal lukanya dengan popok agar tetap bisa bekerja mencari nafkah.
Sementara itu, sang ibu sering mengalami sesak napas akut akibat kelelahan. Kondisi rumah pun tak kalah memprihatinkan; mereka hidup beralaskan karpet tipis di sebuah kontrakan yang terancam diusir karena sering menunggak biaya sewa.

“Mau bantu orang tua..setidaknya biar nggak diusir dari kontrakan" Ucap Dek Darma Pelan.
Darma tetap jualan bahkan saat hujan. Dia juga hampir setiap hari jualan sampai malam. Kondisi jalanan saat malam hari bisa sangat berbahaya terutama bagi seorang anak sekecil Darma.
Nyawanya sering terancam mulai dari dikejar begal, terserempet motor, hingga menabrak tiang listrik karena rasa kantuk yang tak tertahankan saat berjualan. Belum lagi beban mental yang harus ia tanggung di sekolah; Darma kerap menjadi sasaran perundungan teman-temannya karena menggunakan seragam dan alat tulis bekas pemberian orang lain.
Kerabat, Mari kita bersamai langkah darma dengan berikan masa depan yang lebih layak dan bantu kesembuhan kedua orang tuanya dengan cara:


Terimakasih,
Ruang Kita Peduli
![]()
Belum ada Fundraiser