Bandung Barat, 24 Juni 2025 — Kabar baik kembali datang dari Pak Cecep, seorang difabel tanpa kaki dan tangan yang tetap berjuang mencari nafkah sebagai penjual mainan keliling, demi menghidupi anaknya yang mengidap cerebral palsy.
Dalam keterbatasan fisik yang luar biasa, Pak Cecep tak pernah menyerah dengan keadaan. Setiap hari, ia mendorong gerobak mainan sederhana dengan alat bantu yang dirancang khusus, berkeliling dari kampung ke kampung untuk menjajakan mainan anak-anak. Semua itu ia lakukan demi satu tujuan: memberikan kehidupan yang layak bagi sang anak, yang membutuhkan perhatian dan pengobatan rutin akibat kondisi saraf motoriknya yang terganggu sejak lahir.
Sejak tahun lalu, Ruang Kita Peduli berkomitmen untuk mendampingi Pak Cecep beserta keluarga guna bisa keluar dari jeratan ujian yang tengah dihadapi. Hingga bulan juni 2025 bantuan terus berlanjut diberikan. Kali ini bantuan kerabat disalurkan kembali berupa santunan tunai, biaya pengobatan, serta paket sembako. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup Pak Cecep sekaligus membantu pengobatan anaknya agar mendapatkan perawatan yang lebih layak dan berkelanjutan.
Kabar terakhir, Anisa (putri pak cecep) sudah memasuki jenjang kelas 2 setara SMP di SLB. Kondisi tubuhnya sudah mulai tidak kaku dan lebih bisa terkontrol juga tumbuh kembangnya lebih baik daripada sebelumnya. Namun dirinya masih terus diminta untuk menjalani proses fisioterapi lanjutan.
Dengan mata berkaca-kaca, Pak Cecep menyampaikan rasa terima kasihnya. “Saya tidak punya tangan dan kaki, tapi saya masih punya semangat dan anak yang harus saya jaga. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu. Ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya dengan suara lirih namun penuh harapan.
Kisah Pak Cecep menjadi pengingat kuat bahwa perjuangan dan cinta seorang ayah tak pernah mengenal batas. Semoga bantuan ini menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih layak bagi keluarga kecil ini, dan mengetuk hati lebih banyak orang untuk turut peduli.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Amal Baik Insani














