

Namanya Arpan, usianya 11 tahun. Sepulang sekolah, ia tidak langsung pulang untuk bermain atau beristirahat. Arpan justru berganti pakaian dan melanjutkan harinya dengan berjualan cilok.
Bahkan di sela-sela menunggu pembeli, ia masih menyempatkan diri membuka buku dan belajar. Bagi Arpan, sekolah tetap penting. Ia ingin terus belajar, menjadi anak yang pintar, dan punya masa depan yang lebih baik. Karena Arpan percaya, suatu hari nanti ia bisa membantu Kakeknya dengan lebih baik melalui pendidikan yang ia jalani.
Namun, untuk tetap sekolah, Arpan harus membagi waktunya dengan berjualan. Cilok yang ia jual merupakan barang titipan seharga Rp2.000 per bungkus, sementara keuntungan yang ia dapat hanya Rp500. Itupun dagangannya tidak selalu habis terjual, sehingga Arpan harus menunggu dan terus menawarkan dagangannya sampai ada yang membeli.

Kakek Arpan sudah lanjut usia dan sedang mengalami sakit sesak napas, sehingga tidak lagi kuat melakukan pekerjaan berat. Karena mereka hanya tinggal berdua, Arpan berusaha membantu semampunya.
Dari hasil jualan yang tidak seberapa, ia ikut memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu biaya pengobatan Kakek. Arpan sudah berusaha dengan caranya sendiri: tetap sekolah, belajar di sela-sela jualan, dan mencari penghasilan untuk membantu Kakek. Tapi Arpan tidak seharusnya menghadapi semua ini sendirian.

Yuk, hadir untuk bantu Arpan tetap sekolah dan meringankan biaya pengobatan Kakeknya, agar langkah kecilnya hari ini bisa membawanya menuju masa depan yang lebih baik.


![]()
Belum ada Fundraiser