Di usia 13 tahun, Albie harus putus sekolah sejak kelas 5 SD dan menjadi tulang punggung keluarga setelah orang tuanya bercerai. Melalui penyaluran tahap 2, amanah dari Kerabat Peduli kembali kami sampaikan untuk menjawab kebutuhan mendesak hingga jangka panjangnya.

Kebutuhan pokok diberikan agar Albie dan adik-adiknya tetap bisa makan dengan layak di tengah penghasilan yang tidak menentu.
Santunan tunai membantu kebutuhan fleksibel seperti listrik dan keperluan harian yang tak bisa ditunda.

Beasiswa pendidikan menjadi langkah penting agar Albie memiliki kesempatan kembali melanjutkan sekolah dan memperbaiki masa depannya.
Gerobak usaha diberikan sebagai upaya menghadirkan penghasilan yang lebih stabil, agar Albie tak lagi hanya bergantung pada pekerjaan serabutan.
Bantuan ini bukan hanya untuk bertahan hari ini, tapi juga membuka jalan agar Albie dan keluarganya bisa bangkit ke depannya. Terima kasih atas setiap kebaikan yang telah diberikan.










