
“Engap neng waktu itu dibawa..yang nabrak abah truk" Ungkap Abah saat bercerita.

Selama 24 tahun, Abah Uum (68) menghabiskan hidupnya di jalanan dengan mendorong odong-odong. Meski memiliki keterbatasan fisik dengan kondisi tangan dan kaki yang tidak bisa lurus, Abah tak pernah menyerah demi menghidupi istri dan anak bungsunya.
Setiap hari ia berkeliling menawarkan kebahagiaan bagi anak-anak dengan tarif hanya Rp1.000 per lagu, namun penghasilan Rp10.000 hingga Rp35.000 sehari sering kali tak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Bahkan ada hari dimana abah tidak bawa hasil sama sekali ke rumah.

Kerasnya jalanan telah meninggalkan banyak luka pada tubuh rentanya; Abah sudah berkali-kali terserempet motor dan ditabrak mobil. Puncaknya, baru-baru ini Abah terserempet truk pengangkut batu yang membuat kepalanya terluka dan odong-odong miliknya rusak parah.
Ironisnya, biaya ganti rugi yang ia terima sangat minim dan tidak cukup untuk biaya perbaikan odong-odongnya, sementara Abah harus menahan sakit tanpa jaminan kesehatan karena kartu kesehatan miliknya sudah tidak aktif lagi.

Kondisi ekonomi keluarga Abah makin mencekik, terutama untuk membiayai sekolah anak bungsunya. Abah sering kali merasa cemas karena penghasilannya yang tidak menentu mengancam keberlanjutan pendidikan sang anak. Di usianya yang hampir kepala tujuh, tubuh Abah sering kali sakit-sakitan dan sangat mudah lelah. Sedangkan hasil narik odong-odong bergantung pada kesehatan fisik Abah.
Tubuh Abah sudah tidak sanggup lagi menghadapi risiko kecelakaan dan ancaman fisik saat berkeliling. Kesedihannya kian bertumpuk karena memikirkan bagaimana ia dan keluarganya bisa bertahan hidup.

Abah Uum menyimpan satu harapan sederhana untuk masa tuanya: ia ingin berhenti berkeliling dan membuka usaha kecil untuk berjualandi rumah. Dengan usaha ini, Abah tetap bisa mencari nafkah secara mandiri tanpa harus mempertaruhkan nyawanya di jalanan yang semakin berbahaya bagi dirinya.
Mari kita bantu Abah Uum dan keluarga terhindar dari ancaman kelaparan dan bisa mewujudkan modal usaha agar ia bisa melihat anaknya lulus sekolah dan menikmati masa tua dengan lebih aman. Mari kita ringankan langkah Abah Uum dengan cara:


Terimakasih,
Ruang Kita Peduli
![]()
Belum ada Fundraiser