

Abah Ukat berusia 75 tahun dan menjalani hidup sebatang kara, tanpa istri dan tanpa anak yang menemani hari-harinya. Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan, salah satunya berjualan kelinci keliling.

Namun kenyataannya, di zaman yang sudah serba canggih ini, hampir tak ada lagi yang berminat membeli hewan dari penjual keliling. Kalaupun ramai, sering kali orang hanya melihat-lihat kelincinya, lalu pergi tanpa membeli apa pun

“Abah bukan mau ditonton, Abah lagi jualan,” ucapnya pelan.
Ia tetap berharap, meski hanya satu kelinci yang laku, cukup untuk menyambung hidup hari itu.
Tapi sayang fakta berkata lain. Tak jarang Abah pulang tanpa penghasilan sama sekali, sementara ia harus bertahan hidup seorang diri di usia senja. Meski begitu, setiap sore Abah tetap mau meluangkan waktu mengajar ngaji anak-anak kampung dan membersihkan mushola tanpa imbalan.

Kini Abah Ukat membutuhkan dukungan agar kebutuhan pangannya terpenuhi dan ia bisa menjalani hari-hari dengan lebih layak. Uluran tangan kita bukan hanya membantu Abah bertahan hidup, tapi juga menjaga kebaikan yang selama ini ia rawat.

