
Tidak semua pejuang dikenang dengan seragam atau tanda jasa.
Ada yang setelah masa perjuangannya berakhir, justru harus melanjutkan perjuangan untuk kehidupannya sendiri. Salah satunya Abah Udin, yang pernah ikut berjuang untuk Indonesia setelah kemerdekaan.
Meski perjuangannya tidak tercatat secara resmi sebagai veteran, Abah tetap ikhlas dan tidak pernah mempermasalahkannya.

Kini Abah sudah berusia 80 tahun dan masih berkeliling menjual roti seharga Rp2.000-an. Penghasilannya tidak berkurang karena dagangan Abah tidak selalu habis. Di tengah keramaian, Abah sering hanya duduk menunggu pembeli, bahkan memilih memberikan roti yang tersisa kepada orang yang membutuhkan.
“Abah ikhlas, siapa tahu orang yang lewat lagi pulang kerja dan lapar, daripada rotinya nggak habis mending dikasih.”
Tubuh Abah sudah tidak bersuara dulu dan nafasnya sering sesak saat lelah. Sakit kulit yang dideritanya juga belum membaik. Namun untuk berobat, Abah masih harus mengandalkan penghasilan dari jualan roti.

Sejak istrinya meninggal, Abah tidak memiliki anak kandung yang bisa mendampinginya. Kini Abah tinggal menumpang bersama anak angkat yang masih merasa nyaman. Di usia senja, Abah menjalani hari-hari dengan kondisi yang serba terbatas.
Di usia 80 tahun, Abah masih memilih berusaha meski tubuhnya tak lagi bertanya-tanya dulu. Yuk, sisihkan sedikit rezeki untuk membantu kebutuhan makan dan pengobatan Abah Udin. Semoga kepedulian kita bisa membuat masa tua Abah terasa lebih tenang dan berharga.


![]()
Belum ada Fundraiser