
Di usia yang sudah tidak muda, Abah Royani masih setiap hari berjualan gorengan demi memenuhi kebutuhan hidup. Langkahnya sudah semakin berat dan tubuhnya tidak sekuat dulu, tapi Abah tetap berusaha keliling mencari pembeli. Baginya, berhenti berjualan berarti semakin sulit mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Gorengan yang Abah jual harganya hanya sekitar Rp1.000 per buah. Jika dagangannya habis, penghasilan yang dibawa pulang pun paling banyak sekitar Rp35.000. Namun, tidak setiap hari gorengannya laku, sehingga Abah terkadang harus pulang membawa dagangan yang masih tersisa.

Uang dari jualan itu bukan hanya untuk kebutuhan Abah sendiri, tetapi juga untuk membantu pengobatan sang istri. Istrinya mengalami sakit lambung dan asam urat hingga kesulitan berjalan, sehingga banyak aktivitas sehari-hari harus dibantu oleh Abah. Karena itu, sekecil apa pun hasil jualannya tetap Abah syukuri, sebab ada kebutuhan Mak yang harus ia pikirkan.

Abah begitu menyayangi Mak dan ingin melihat istrinya kembali sehat, bahkan setelah seharian berjualan Abah masih pulang untuk merawat dan menemani Mak di rumah. Padahal, Abah sendiri sedang menahan sakit karena tumor di bagian wajahnya yang semakin membesar hingga mengganggu pendengarannya.
“Abah sayang Mak, Abah pengen Mak Sembuh itu aja ,” lirih Abah.
Setiap hari Abah harus membagi tenaga antara mencari nafkah dan merawat istri yang dicintainya, sementara kondisi tubuhnya sendiri semakin lemah. Abah tidak meminta hidup mewah, ia hanya ingin bisa terus memenuhi kebutuhan mereka dan membantu Mak mendapatkan pengobatan.
Yuk, ikut bantu Abah Royani agar perjuangan merawat orang yang ia sayangi nggak harus dijalani sendirian.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik