
“Mau beli makan di warung, ternyata uang yang saya pegang palsu... padahal kembalian 95ribu yang saya kasih itu modal” Ucap Abah Oja saat rugi ditipu pembeli.

Abah Oja (55th) sehari-hari berjualan agar-agar dengan gerobaknya tanpa kenal lelah. Di balik kegigihannya, Abah punya keterbatasan fisik; pergelangan tangan kirinya tertekuk ke dalam dan kakinya sering terasa sakit akibat pernah tertimpa gerobak saat tertabrak mobil. Meski sering di iming-imingi lebih baik mengemis saja karena kondisi fisiknya, Abah tetap teguh pada prinsipnya, ia ingin bekerja dengan terhormat, bukan meminta-minta.

Perjuangan Abah sepanjang hari sering kali berakhir pilu. Dari setiap agar-agar yang dijual seharga 500 rupiah Abah hanya mendapatkan keuntungan 200 perak per satu gelas yang terjual. Dalam sehari, ia biasanya hanya membawa pulang 25ribu, namun saat hujan turun, penghasilannya merosot hingga 10ribu saja. Nominal ini bahkan tidak cukup untuk membeli seporsi makanan layak, sehingga Abah sering kali terpaksa hanya makan nasi dengan garam dan kerupuk agar bisa bertahan hingga esok hari.

Abah hanya hidup sendirian di kontrakan, kondisi huniannya sangat memprihatinkan; dindingnya hanya anyaman bambu, atapnya bocor, dan ia harus tidur di atas lantai cor kasar hanya beralaskan karpet tipis.
Jalanan pun tak jarang berlaku kejam pada Abah. Ia pernah mengalami kecelakaan hingga gerobaknya hancur, dipalak oleh orang tidak bertanggung jawab, hingga ditipu dengan uang palsu seratus ribu. Bagi Abah, kehilangan uang sebesar itu adalah kerugian besar yang membuatnya tidak bisa modal berjualan untuk berhari-hari. Namun, di tengah semua rasa sakit dan ketidakadilan tersebut, Abah tidak pernah menyerah pada keadaan.

Abah Oja hanya memiliki harapan sederhana: ia ingin bisa makan tanpa takut akan kelaparan, mempunyai hunian yang layak, dan memiliki usaha yang lebih stabil agar tidak lagi bergantung pada jalanan yang keras. Mari kita bantu ringankan langkah Abah Oja. Dukungan kita bukan sekadar bantuan materi, melainkan harapan nyata agar Abah bisa hidup dengan lebih manusiawi di masa tuanya.
Mari ulurkan tangan untuk memberikan kehidupan yang lebih layak bagi Abah Oja dengan cara:


Terimakasih,
Ruang Kita Peduli
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik