Tubuhnya sudah bungkuk. Tangannya gemetaran hebat.
Namun Abah Mimi tetap berjalan… memanggul bilik bambu di pundaknya, berkeliling dari satu kampung ke kampung lain demi mencari nafkah.
Di usia senja, saat kebanyakan orang beristirahat di rumah, Abah Mimi masih harus menempuh jalan panjang setiap hari. Langkahnya pelan, napasnya tak selalu kuat, tetapi semangatnya untuk bertahan hidup tidak pernah padam.

Alhamdulillah, berkat kepedulian para donatur, tim Ruang Kita Peduli beserta Teman Baik dapat menyalurkan bantuan tunai kepada Abah Mimi sebagai bentuk dukungan atas perjuangan beliau. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban hidup yang selama ini ia pikul sendirian.
Senyum dan doa tulus dari Abah Mimi hari itu menjadi pengingat bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang. 🤲
Terima kasih kepada para #OrangBaik yang telah menjadi bagian dari harapan Abah Mimi.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli






