
“Semakin renta tubuhnya, semakin berat beban hidup yang harus Abah pikul, tapi ia tetap berjuang agar istrinya tidak kelaparan”
Abah Mami tetap memaksakan diri mengikat pinggangnya kuat-kuat demi bisa memikul beban pisang yang berat. Abah adalah tulang punggung terakhir di rumah. Ia tinggal bersama istrinya yang sudah renta, kakinya sering kambuh saat dingin, membuatnya susah bergerak.

Ketika Abah pulang membawa pisang yang lagi-lagi tidak laku, istrinya hanya bisa membuka tudung nasi sambil menahan tangis, karena isinya kosong. Tidak ada lauk, tidak ada sayur, hanya nasi dan sisa-sisa kepala ikan asin, hanya air mata yang menemani mereka makan.
Rumah yang mereka tinggali pun bukan milik sendiri. Mereka menumpang belas kasih orang lain, tanpa kamar mandi, tanpa dapur layak. Untuk wudhu atau memasak, mereka harus menadah air hujan atau menumpang ke masjid.

Abah mencoba menukar pisangnya ke warung agar dapat sedikit beras. Tapi hasilnya tetap sama, belum ada yang mau menerima barter pisangnya. Hari itu ia pulang dengan bakul penuh, namun hati kosong.
Kerabat, Abah Mami kayak hidup tanpa harus memikul beban yang tidak lagi mampu ia tanggung. Jangan biarkan Abah Mami terus berjuang sendirian di usia setua ini. Yuk bantu ringankan langkah Abah. Sedikit dari kita berarti dunia untuk beliau.

![]()
Belum ada Fundraiser