

Usia 74 tahun , Abah Mamat masih harus menjual buah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dari hasil jualan yang terakumulasi tidak seberapa, Abah harus menghidupi empat orang tanggungan sekaligus membayar kontrakan sebesar Rp500 ribu setiap bulan. Meski tubuhnya sudah tidak meyakinkan dulu, Abah tetap berusaha berjualan karena tidak punya pilihan lain.
Perjuangan Abah semakin berat karena dirinya mengidap penyakit jantung yang sering kambuh saat berjualan. Namun, Abah tetap memaksakan diri bekerja karena masih ada anak yang duduk di bangku SMP, anak perempuan yang mengalami depresi berat setelah menjadi korban KDRT, serta cucunya yang baru berusia 2 tahun yang kini menjadi tanggung jawabnya.
Yang paling membuat Abah khawatir adalah kondisi cucunya. Selama sekitar satu tahun, Abah kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi cucunya hingga terpaksa memberikan SKM karena tidak mampu membeli susu formula. Kondisinya kemudian memburuk dan cucu Abah sampai dua kali dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis.

Biaya pengobatan yang besar pun membuat Abah harus menghitung dan bahkan Menggadaikan tabung gas LPG demi mendapatkan uang dengan cepat.
“Abah mah nggak mikirin apa-apa, yang penting cucu Abah sembuh. Abah cari uang sebisanya buat berobat.”
Di tengah sakit yang juga harus ia tahan , Abah tetap berusaha mencari biaya pengobatan cucunya. Bahkan saat berjualan, Abah sering membawa cucunya ikut karena si kecil menangis dan ingin ikut, sementara Abah khawatir meninggalkannya di rumah bersama ibunya yang sedang mengalami depresi berat.

Abah Mamat sudah melakukan apa pun yang ia bisa untuk menjaga cucunya tetap mendapatkan pengobatan. Namun, dengan kondisi tubuh yang semakin lemah dan kebutuhan pengobatan yang besar, Abah tidak mungkin berjuang sendirian.
Yuk, bersama Ruang Kita Peduli, bantu Abah Mamat memenuhi biaya pengobatan dan kebutuhan nutrisi cucunya agar si kecil bisa kembali sehat. Semoga setiap sedekah yang kita titipkan menjadi pahala dan jalan kebaikan bagi kita semua.


![]()
Belum ada Fundraiser