


Keringat mengucur deras, langkah Abah Karta (60th) begitu tertatih berjalan menyusuri jalanan berharap ada yang membeli balon di tangannya. Sejauh 20 KM beliau lalui setiap hari demi kebutuhan keluarga dan biaya pengobatan istrinya.
Meski cukup jauh berkeliling, pendapatan Abah Karta amatlah kecil. Setiap 1 balon yang terjual upahnya dihargai 200 perak. Sedangkan, Abah hanya mampu menjual sebanyak 20 buah balon per hari yang artinya Ia hanya mendapatkan upah sebesar 4000 rupiah untuk dibawa pulang.

Padahal kebutuhan Abah Karta begitu besar. Sang istri yang menderita tumor mata sejak 10 tahun lalu harus segera dioperasi dan juga jalani pengobatan rutin. Tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Saking sulitnya, mereka hanya makan nasi dengan garam saja itupun dari hasil berhutang ke warung atau kepada tetangga sekitar. Untuk berobat pun mereka juga terpaksa berhutang ke mantri yang saat itu mengobati sang istri.

Abah Karta begitu menyayangi istrinya. Sebelum berjualan, beliau sempatkan diri untuk rawat istrinya terlebih dahulu. Beliau juga tak pernah lupa mendoakan agar istrinya diberi kesembuhan.
Selain istri yang memerlukan pengobatan, Abah sendiri juga mengidap penyakit hernia yang berdampak pada kesehatannya namun kerap beliau abaikan. Sayangnya, entah sampai kapan Abah harus berjuang di situasi yang serba mendesak ini?

OrangBaik, sekeras apapun Abah Karta berjuang, beliau tak bisa berjuang sendirian. Maukah bantu dirinya untuk tetap berdaya dan bawa istrinya jalani pengobatan yang maksimal?

Terima kasih,
Ruang Kita Peduli
___
Ikuti update aktivitas program ini melalui :
Instagram & Facebook: @ruangkitapeduli
website: ruangkitapeduli.org
![]()
Belum ada Fundraiser