

Sejak usia 7 tahun, Abah mengalami polio yang membuat kaki dan tangannya membengkok. Hingga kini penyakit itu tak pernah diobati. Dengan tubuh yang semakin lemah, Abah tetap berjuang berjualan keset keliling kampung, menyeret tubuhnya perlahan.
Keset dibuat sendiri di rumah. Jika beruntung, lima keset bisa terjual dan Abah hanya mendapat sekitar Rp30.000 per hari. Namun sering kali dagangannya tak laku, apalagi saat hujan. Tak jarang Abah pulang dengan perut kosong.

Abah hidup sendirian di rumah panggung kecil yang bocor dan tak layak. Tak ada kasur empuk, hanya alas lantai seadanya. Untuk makan, kadang Abah hanya mengandalkan nasi dan garam.
Meski sakit dan lapar, Abah tetap bertahan karena tak ingin merepotkan siapa pun. Di usia senja, Abah hanya berharap bisa makan cukup, memiliki rumah yang lebih layak, dan usaha kecil di rumah agar tak perlu lagi berkeliling.

Mari bantu Abah Iji memenuhi kebutuhan hidupnya dan bertahan dengan lebih layak. Sekecil apa pun donasi Anda, sangat berarti bagi Abah Iji hari ini.


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik