ImageBantu Abah Endang: Lansia Penjual Mainan Jadi Peno...
Image

Bantu Abah Endang: Lansia Penjual Mainan Jadi Penopang Keluarga Di Usia Senja

Rp 50.735 terkumpul dari Rp 50.000.000
1 Donasi 2 bulan, 14 hari lagi

Penggalang Dana

Image

“Pernah dapat 5 ribu, gak cukup sebenernya. Jadi puasa, gak makan 2 hari waktu itu" Ucap Abah Endang pelan sambil tersenyum.

Sejak matahari belum tinggi, Abah Endang (56) sudah berangkat dari rumahnya untuk menjajakan mainan di pinggir jalan. Di balik senyum tulusnya saat melayani pembeli, ia memikul tanggung jawab besar untuk menghidupi tujuh nyawa di rumahnya, termasuk anak, istri, hingga cucu. Namun, keuntungan yang ia bawa pulang tak menentu, terkadang hanya 20 ribu, 10 ribu sampai 5 ribu rupiah bahkan sering kali ia harus pulang dengan tangan hampa karena dagangannya tak laku sama sekali.

Keadaan ekonomi yang sulit membawa Abah dan keluarga pada titik terendah, di mana mereka pernah terpaksa hanya makan nasi garam, bahkan harus menahan lapar selama 2 hari berturut-turut. Anaknya yang masih bersekolah pun ikut terdampak, untuk makan saja belum cukup apalagi untuk membayar biaya sekolah. Terkadang saat fisik Abah tidak kuat mendorong gerobaknya, anaknya yang masih bersekolah ikut membantu Abah berjualan, dorong gerobak berdua sepanjang jalan demi keluarga mereka bisa makan hari itu.

Ujian hidup Abah kian bertumpuk saat penyakit mulai menyerang anggota keluarganya secara bersamaan. Anak pertamanya kini berjuang melawan sakit paru-paru, sementara anak ketiganya mengidap kanker pembuluh darah di kepala dengan benjolan yang kian membesar.  Abah sendiri pun didera penyakit kulit kronis yang membuat tubuhnya dipenuhi benjolan dan tubuhnya jadi sering pegal dan sakit. Meski rujukan medis sudah di tangan, pengobatan mereka semua terhenti karena Abah tak punya biaya sepeserpun untuk ongkos transportasi apalagi biaya pengobatan tambahan.

Perjuangan Abah demi menafkahi keluarga sangat berat; ia pernah diusir dengan kasar, dihina kondisi fisiknya karena penyakit kulit yang dideritanya, hingga mengalami kecelakaan tertabrak motor yang menghancurkan gerobak satu-satunya. 

“Waktu itu diusir, marah-marah, jangan jualan di sini, pergi sekarang juga katanya" Cerita abah diusir dengan kasar saat ingin berjualan. Tapi Abah hanya menganggap hinaan dan tindakan kasar itu sebagai angin lalu, Abah tak ingin perlakuan itu dibawa ke hatinya. Abah pilih ikhlaskan saja.

Hari ini, Abah Endang benar-benar berada di titik paling kritis dan sangat membutuhkan uluran tangan kita untuk bisa bangkit kembali. Ia membutuhkan bantuan segera untuk biaya pengobatan bagi anak-anaknya, serta modal agar ia bisa memiliki usaha yang lebih layak tanpa membebani fisiknya yang sudah tidak muda lagi. Mari kita bantu Abah agar ia tidak lagi dihantui ketakutan setiap harinya akan keluarga yang kelaparan dan bisa melihat anak-anaknya sembuh serta tumbuh dengan layak. Mari berikan harapan baru bagi keluarga Abah Endang dengan cara:

Terimakasih,

Ruang Kita Peduli

 

Baca selengkapnya ▾

  • April, 13 2026

    Campaign is published

Maria Al Qibthya1 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.735

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close
Perlu bantuan, hubungi Admin!