
"Belum bisa makan, baru dapat 15 ribu, baru cukup buat ongkos pulang " Ucap Abah Ara menahan rasa laparnya.

Di usia 86 tahun, Abah Ara setiap hari menjajakan korek gas dan alat cukur seharga Rp5.000-an demi menyambung hidup. Tubuhnya yang renta karena usia yang menua membuat kondisi kakinya juga ikut melemah dan tak kuat lagi berkeliling jauh untuk jualan. Kini jualan korek gas belum tentu laku, ini membuat abah hanya dapat untung sedikit dan gak jarang hanya cukup untuk ongkos pulang.

Karena penghasilan yang tidak pasti, tak jarang Abah dan istrinya hanya makan nasi yang dicampur seduhan bumbu penyedap dengan air panas karena tidak mampu membeli lauk pauk. Abah juga sering sakit-sakitan sehingga tidak bisa berjualan, alhasil tidak ada pemasukan sama sekali untuk keluarganya.

Kehidupan sehari-hari Abah penuh dengan keterbatasan fisik dan fasilitas, di mana ia tidak memiliki sumur sendiri sehingga airpun harus membeli dari tetangga untuk memasak. Kini, di usia senjanya, ia sering kali merasa lelah luar biasa bahkan hanya untuk bangkit dari sujud saat sholat.

Abah Ara tidak memiliki mimpi yang tinggi, ia hanya ingin bisa berobat secara rutin serta keinginan terbesarnya adalah bisa beristirahat di masa tuanya tanpa harus memikirkan bisa makan atau tidak di esok hari.
Abah Ara adalah potret perjuangan lansia yang terjepit antara rasa tanggung jawab sebagai pencari nafkah dan fisik yang sudah rapuh. Mari kita ringankan beban masa tua Abah, agar ia bisa beristirahat dengan tenang, dengan cara:


Terimakasih,
Ruang Kita Peduli
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik