
Niat hati pulang kerja ingin membeli papeda, tetapi siapa sangka penjualnya justru sedang mengalami nasib malang. Namanya Abah Anton, kakek berusia 72 tahun yang sehari-hari berjualan papeda demi menghidupi keluarganya. Sedihnya, tabung gas dan power bank untuk penerangan saat berjualan dicuri orang. Kini, Abah tak punya cukup uang untuk mengganti perlengkapan tersebut agar bisa kembali berjualan.

Biasanya, Abah berjualan setiap malam mulai pukul 19.00 hingga 02.00 dini hari. Meski tubuhnya sudah sering sakit-sakitan, ia tetap berusaha mencari nafkah. Kedua kakinya mengalami gangguan pada engsel kaki dan varises hingga membuatnya berjalan pincang. Bahkan, saat kambuh, Abah kerap merasakan sesak napas dan nyeri dada. Di tengah keterbatasannya, ia juga masih sering memberikan papeda gratis kepada anak-anak pengamen yang ditemuinya karena merasa kasihan.

Sayangnya, penghasilan Abah dari berjualan tidak menentu. Pernah setelah berjam-jam berjualan, ia hanya membawa pulang Rp20.000. Padahal, uang itu harus mencukupi kebutuhan sehari-hari, membayar kontrakan Rp500.000 per bulan, serta menghidupi istri dan kedua cucunya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kondisi ekonomi keluarga juga berdampak pada kedua cucunya. Mereka pernah mengalami perundungan karena keadaan keluarga yang serba terbatas. Seragam sekolah yang dikenakan pun sudah kusam dan kekecilan, karena merupakan pemberian dari kakak kelas. Sebagai kakek, tentu Abah ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk mereka, tetapi penghasilannya yang pas-pasan membuat semua itu tidak mudah diwujudkan.
Kini, Abah terancam tak bisa berjualan lagi dan kehilangan satu-satunya sumber penghasilan untuk keluarganya. Yuk, #OrangBaik, bantu Abah Anton kembali berjualan, mendapatkan pengobatan, dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Sedikit rezeki darimu bisa menjadi jalan bagi Abah untuk kembali berdaya dan menghidupi keluarga.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik