

Di usia 93 tahun, Abah Ahim tak menikmati masa tua dengan beristirahat. Setiap hari, ia masih berkeliling kampung hingga perumahan sekitar, menjajakan pisang demi bisa membeli kebutuhan makan dan obat untuk istrinya yang sakit.

Setiap pagi sebelum berjualan, dengan sabar Abah lebih dulu merawat istrinya. Ia mengganti pampers, menyuapi makan, dan memijat kaki istrinya yang bengkak, meski tenaganya sendiri kian terbatas di usia senja.

Sayangnya, beberapa waktu terakhir dagangannya sulit laku. Banyak yang membusuk sebelum terjual. Abah pun memilih membagikannya ke tetangga, sebab baginya, dagangan yang tak layak jual tak pantas ditawarkan.
“Kadang Abah sedih juga… banyak pisang busuk karena tidak laku. Tapi mau bagaimana lagi, kalau dijual lagi juga tidak mungkin” ucapnya lirih.
Kerabat Peduli, kisah perjuangan Abah Ahim bukanlah cerita satu-satunya. Masih banyak lansia renta di luar sana yang di usia senjanya justru harus terus berjuang demi orang yang mereka cintai.

Karena itu, kami mengajak untuk ikut membersamai langkah Abah Ahim. Uluran tangan kita bukan hanya membantu memenuhikebutuhan sehari-hari, tapi juga menjadi penguat agar Abah dan istrinya bisa menjalani hari tua dengan lebih layak dan penuh harapan. Bersama, kita bisa menjaga satu keluarga tetap bertahan.

![]()
Belum ada Fundraiser