


Hinaan, tatapan sinis, dan terisolasi di kehidupan bermasyarakat sudah biasa diterima Abah Endang (55 th) dan keluarga. Tak banyak yang bisa beliau lakukan untuk mengubah keadaan karena penyakit kulitnya telah lama bersarang dan menyebar di tubuhnya sejak dirinya masih kecil. Hingga kini Abah Endang pun tidak pernah mampu untuk mendapatkan penanganan medis sama sekali.

Keinginannya untuk berobat sudah lama Abah Endang kubur dalam-dalam lantaran terdapat masalah yang selalu lebih genting untuknya dan keluarga, yaitu urusan makan sehari-hari. Bagi keluarga ini makan sekali saja bukanlah suatu pilihan, melainkan anugerah yang teramat disyukuri saking seringnya mereka berpuasa berhari-hari.
Tiga Puluh tahun lamanya, Abah Endang berjualan mainan keliling. Keinginannya untuk bisa menghadirkan senyuman bagi anak-anak sering terhambat karena benjolan-benjolan di tubuhnya. Menurutnya, banyak pelanggan menghindar dan enggan membeli jualannya.

Belum lagi kawasan Abah berjualan di Lembang merupakan kawasan yang jalanannya terjal dan berliku-liku. Untuk bisa sampai ke pusat kota, beliau harus menempuh jarak sejauh 10 km dengan berjalan kaki. Kadang ketika menuruni jalanan yang curam, Abah biasanya mengganjal gerobaknya menggunakan salah satu sandal jepitnya agar gerobaknya tak mudah jatuh. Dengan sebelah kaki yang tak terlindungi langkahnya, benjolan di kakinya pun pernah sampai pecah dan lecet-lecet.
Maka baginya dalam sehari berjualan, belum tentu Abah mendapatkan keuntungan, tapi sudah dapat dipastikan Abah menanggung kerugian yaitu sandalnya yang terus menerus rusak.

Dihadapkan dengan berbagai cobaan ini, Abah Endang tetap semangat dan pantang menyerah karena rasa cinta dan tanggung jawab kepada keluarga lebih besar dibanding cemoohan-cemoohan yang diterimanya. Harapan Abah sederhana, beliau ingin bisa membahagiakan keluarga dan bisa membawakan makanan enak tanpa perlu lagi menahan lapar bersama-sama seperti yang dijalaninya hampir setiap hari.
Kerabat Peduli, maukah kamu membantu perjuangan Abah Endang dalam meraih kehidupan yang lebih sejahtera? Ringankan beban Abah Endang lewat dampak kebaikanmu dengan cara:

Terima Kasih,
Ruang Kita Peduli
___
Ikuti update aktivitas program ini melalui:
Instagram & Facebook: @ruangkitapeduli
Website: ruangkitapeduli.org
![]()
Belum ada Fundraiser